Masyarakat Modern Kerap Lupakan Sarapan Gizi Seimbang

54

Gaya hidup yang sibuk dan mobilitas yang tinggi membuat sarapan yang seimbang kerap terlupakan oleh masyarakat metropolis. Padahal asupan gizi yang seimbang merupakan awal yang baik untuk menjalani hari yang produktif.

Ketua Umum Perhimpunan Pakar Gizi dan Pangan Indonesia (Pergizi Pangan Indonesia) Hardinsyah mengatakan, 30,2% penduduk dewasa wanita Indonesia tidak sarapan. Dari jumlah tersebut hanya 8,4% yang mengonsumsi sarapan lengkap gizi yakni yang mengandung karbohidrat, protein, sayur, dan buah serta air.

Sarapan adalah asupan gizi pertama dalam satu hari dan fungsi fisiologis utamanya adalah untuk mengakhiri puasa di malah hari dengan menyediakan nutrisi yang tepat bagi tubuh. Sarapan dengan gizi seimbang memiliki efek yang baik bagi kesehatan.

Lebih lanjut diungkap Hardinsyah, sarapan memberikan 15-30% asupan kebutuhan gizi sehari-hari. Pola gizi seimbang ini dapat diperoleh misalnya melalui nasi dan biskuit sebagai sumber karbohidrat, buah, dan sayur sebagai sumber vitamin dan mineral, lauk-pauk seperti daging, susu sebagai sumber protein dan juga air.

Berdasarkan riset yang dilakukan Pergizi Pangan Indonesia, alasan utama mengapa banyak orang melupakan sarapan adalah karena tidak terbiasa sarapan yakni sebanyak 53,5%, waktu yang terbatas karena harus berangkat bekerja sebesar 26,4%, tidak merasa lapar sebanyak 15,5%, takut gemuk sebanyak 4,6%, dan tidak ada makanan yang bisa disantap.
Padahal, sarapan dengan gizi seimbang menjadi hal penting bagi seseorang untuk menuju gaya hidup sehat.

Diungkap, sarapan seimbang yang sehat terdiri dari sereal whole grain atau gandum utuh, buah-buahan, sayur dan susu. “Sarapan akan lebih ideal dengan mengonsumsi bahan pangan yang lambat dicerna karena ini memiliki efek mengenyangkan lebih lama. Ini bisa ditemui di dalam gandum utuh. Efek kenyang lebih lama sehingga kita tidak merasa kembali lapar lagi dalam waktu dekat,” ujar Hardinsyah dalam diskusi “Wholesome and Balanced Breakfast for Productive On the Go Lifestyle” di Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat, Selasa (22/11).

Kebaikan gizi gandum utuh, lanjut Hardinsyah, dapat membantu mengurangi risiko penyakit degeneratif kronis seperti penyakit jantung, diabetes melitus tipe dua, kanker kolorektal, dan mampu menjaga berat badan dengan baik.

Fotografer dan Lifestyle Blogger Indonesia Andra Alodita selalu menyempatkan diri untuk sarapan bersama dengan suami dan anaknya sebelum memulai aktivitasnya. “Saya memilih sarapan whole grain karena ini sangat membantu saya menjadi lebih produktif,” kata Andra.

Comments