Jangan Anggap Sepele, Cacingan bisa Ganggu Pertumbuhan Anak

Anak-anak masih sangat rentan terkena penyakit cacingan dan menjadi salah satu penyakit yang biasa terjadi. Tentu kita tahu kejadian luar biasa (KLB) gizi buruk di Asmat yang pernah terjadi pada 2018. Salah satu penyebabnya adalah cacingan yang banyak diderita oleh anak-anak Suku Asmat.

Dampak penyakit cacingan tidak bisa dirasakan secara langsung, bahkan cacingan sering dianggap sepele. Bahkan jika ini dibiarkan dan tidak diobati , cacingan akan menyebabkan anemia pada anak bahkan terjadi gizi buruk. Cacing yang masuk ke tubuh anak akan bersarang di usus. Cacing yang hidup di usus ini kemudian akan berkembang biak, sehingga jumlahnya akan terus bertambah. Jika tidak segera di obati, cacingan bisa memunculkan gejala seperti perut besar, nafsu makan anak hilang, berat badan turun, muntah, napas tidak teratur hingga insomnia.

Mengutip laman di Kementerian Kesehatan RI,  satu ekor cacing yang ada di usus anak dapat mengisap darah dan zat gizi, seperti karbohidrat dan protein. Cacing gelang dapat mengisap karbohidrat sebanyak 0,14 gram dan protein sebanyak 0,035 gram. Cacing cambuk dapat menghisap darah sebanyak 0,005 ml, sedangkan cacing tambang dapat mengisap darah sebanyak 0,2 ml.

Selain itu, cacing dalam bentuk telur juga bisa masuk kedalam tubuh anak setelah anak-anak bermain di tempat kotor atau setelah mengkonsumsi makanan yang terinfeksi cacing.

Berikut ini beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mencegah anak cacingan:

  • Biasakan anak cuci tangan setelah bermain, setelah dari kamar mandi, serta sebelum dan setelah makan

  • Potong kuku anak secara teratur

  • Jangan biarkan anak mengisap jempol atau jarinya

  • Beri anak obat cacing setiap enam bulan sekali secara rutin

  • Bersihkan toilet dan kamar tidur anak secara teratur

Pemantauan tumbuh kembang anak perlu menjadi perhatian penting bagi orang tua, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan menggalakkan program Pencegahan Stunting supaya kasus stunting di Indonesia dapat terus menurun.

Jangan Lewatkan:  Asupan Peninggi Badan untuk Membantu Pertumbuhan Anak

Berdasarkan hasil Riskesdas 2018, kasus stunting di Indonesia menunjukkan penurunan, dikarenakan keberhasilan kampanye pencegahan stunting ini di seluruh penjuru Indonesia.

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.