Indonesia Berada di Urutan Ke 5 Untuk Kematian Karena Asma

107

beradasrkan data badan kesehatan dunia (WHO), Indonesia berada di peringkat ke 5 untuk kasus kematian karena asma di negara Asia. Dan berada di urutan ke 13 untuk negara diseluruh dunia. Tentu hal ini menjadi pembelajaran, mengingat semakin meningkatnya pengidap asma di Indonesia.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian PTM, Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kementerian Kesehatan, dr. Lily S. Sulistyowati mengatakan, masih minimnya kesadaran masyarakat terkait penyakit ini menjadi salah satu sebab kematian karena asma meningkat

“banyak masyarakat tidak sadar menyandang asma. Hal tersebut membuat tingginya angka rujukan dan pengobatan di fasilitas kesehatan masyarakat” Jelasnya.

Sebetulnya ada beberapa gejala yang menjadi pertanda penyakit ini antara lain, Batuk dan mengi berkepanjangan (Lebih dari dua minggu), kondisi ini semakin parah ketika malam hari. Selain itu, napas terengah-engah, lesu dan tidur terganggu menjadi tanda lainnya seseorang menyadang asma.

Data Riset Kesehatan Dasar 2013 menyebutkan, sekitar satu dari 22 orang menderita asma. Namun hanya sekitar 54% yang didiagnosis. Dari jumlah itu hanya 30% kasus yang terkontrol baik.

Terkait hal tersebut, Kementerian Kesehatan bersama PT AstraZeneca Indonesia bekerjasama untuk meluncurkan program Healthy Lung. Program ini dibentuk dengan tujuan agar bisa meningkatkan kemampuan penangan serta memperbaiki manajemen penyakit pernapasan di puskesmas ataupun rumah sakit

Comments