Cemas Berlebih Tidak Baik Untuk Kesehatan

50

Sudah saatnya kita memperdulikan masalah kesehatan tubuh. baik dari pola makan, olahraga atau bahkan pikiran. Untuk mencapai hidup sehat pikiran kita perlu bebas dan tidak ada beban. Dan yang terpenting jangan terlalu cemas. Cemas berlebih bisa menimbulkan penyakit serius di kemudian hari. Bahkan cemas berlebih memiliki resiko dua kali lipat terkena penyakit jantung.

Perlu di ketahui, cemas menjadi faktor pemicu resiko penyakit jantung. Berdasarkan penelitian, orang orang yang terlihat memiliki cemas berlebih terhadap kondisi kesehatannya akan menimbulkan penyakit serius. Jika mengalami kondisi tersebut, peneliti menganjurkan untuk mengatasi tingkat kecemasannya seperti yang sudah di kutip oleh Huffington Post UK. Cemas berlebih dan cenderung Ekstrem terbagi menjadi dua yaitu,

Cemas Terus Menerus Mencari Informasi

Jika anda memiliki riwayat penyakit, dan terobsesi untuk mencari segala informasi tentang penyakit anda di internet, terlalu sering memeriksa ke dokter dan berulang kali melakukan tes walaupun tidak ada masalah.

Berprilaku menghindar

Hal ini sangat rentan menyerang seseorang yang memiliki riwayat penyakit. Cemas karena menghindar ini terjadi jika seseorang enggan untuk kedokter atau berkonsultasi kedokter karena takut penyakit yang di derita ketahua, bahkan menghindari olahraga karena takut semakin memperburuk kondisi kesehatan. mereka yang memiliki kecemasan terhadap kesehatan, risiko terkena penyakit jantung dua kali lipat lebih besar dibanding yang tidak cemas.

Banyak cara agar tubuh tetap sehat, salah satunya adalah dengan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat atau PHBS. PHBS itu sendiri merupakan sebuah perilaku yang dilakukan oleh seseorang untuk mencegah penyakit dan mencegah penyebaran penyakit dilingkungan sekitar.

Menerapkan PHBS dalam kehidupan sehari-hari tentu sudah bisa meningkatkan kualitas kesehatan individu. Perilaku hidup bersih dan sehat yang berasal dari materi PHBS dapat menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

Comments