Cara Mudah Menghentikan Tingkah Agresif Pada Balita

Pada usia 2 tahun keinginan balita untuk melakukan hal yang lebih besar dari kemampuan akan terlihat dan cenderung akan lebih agresif dari segala hal. Balita ingin melakukan komunikasi untuk menyampaikan segala kebutuhan dan juga keinginan namun masih terbatas karena hanya memiliki kosakata yang masih terbatas.

Hal ini akan memicu balita menjadi lebih agresif untuk melepaskan kemarahan. Prilaku agresif ini biasanya adalah menggigit dan memukul hal tersebut dilakukan juga sebgai alat komunikasi yang ditunjukan Balita. Pada Balita, sebaiknya orang tua harus bisa mengajarkan tentang gerakan komunikasi tubuh mana yang diterima secara sosial dan yang tidak. Dan berikut adalah cara orang tua agar bisa mengajarkan anak berkomunikasi dan mengurangi agresif.

Cara Menekan Tingkah Agresif Pada Balita

Mengidentifikasi pemicu agresif balita

Sebagai orang tua, tentu sudah bisa melihat pemicu anak menjadi agresif. Perhatikan juga kondisi anak, apakah lelah atau lapar. Jika sudah mengetahui pemicunya, kita bisa mengubah anak menjadi tidak agresif. Lakukan secara halus, gunakan komunikasi yang bisa diterima anak.

Memberikan tingkah laku yang baik

Pada usia 2 sampai 3 tahun, anak anak akan belajar bagaimana prilaku yang baik. jika anak anda sudah berada di prasekolah, tempat penitipan anak, atau playgroup dengan situasi banyak anak-anak yang agresif ada baiknya anda langsung mengarahkan anak anda kepada anak anak yang ramah. Sebagi orang tua juga perlu memasang wajah bahagia. Kemudian tunjukkan perilaku yang lebih baik kepadanya.

Memberikan waktu untuk tenangkan anak

Jika kita melihat anak agresif kedapa teman bermainnya. Pisahkan secepatnya. Lalu bawa anak kesuatu tempat dan berikan waktu beberapa menit agar anak menjadi tenang. Lalu kita bisa memberitahu kepada anak cara bermain dengan baik. sebab saat bermain anak balita cenderung melakukan hal agresifnya.

 

 

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.