10 Atlet Perempuan Indonesia Berprestasi

5

Raden Ajeng Kartini atau dikenal sebagai RA Kartini adalah tokoh pahlawan nasional yang gigih memperjuangkan emansipasi wanita. RA Kartini juga dikenal sebagai wanita yang mempelopori kesetaraan derajat antara wanita dan pria di Indonesia. Atas jasanya ini, pahlawan-pahlawan perempuan mulai bermunculan, tak terkecuali dalam bidang olahraga.

Seiring berjalannya waktu, atlet nasional perempuan Indonesia mulai berprestasi di kancah nasional maupun internasional. Prestasi yang dimunculkan para atlet perempuan ini tentunya dapat menginspirasi masyarakat lainnya khususnya perempuan untuk terus berjuang sehingga meraih prestasi yang diinginkan.

Berikut ini 10 atlet perempuan Indonesia yang berprestasi di kancah nasional dan internasional sehingga mengharumkan nama bangsa Indonesia.

  1. Nurfitri Saiman, Lilies Handayani, dan Kusuma Wardani

Trio srikandi yang berasal dari cabang olahraga panahan ini meraih medali pertama untuk Indonesia di ajang Olimpiade. Medali perak ini dihasilkan Nurfitri Saiman, Lilies Handayani, dan Kusuma Wardani pada olimpiade 1988.

  1. Susi Susanti

Siapa yang tak mengenal Susi Susanti? Sosok atlet bulu tangkis ini merupakan pebulu tangkis perempuan terhebat yang pernah dimiliki oleh Indonesia. Susi Susanti pernah meraih medali emas Olimpiade 1992 pada tunggal Putri serta membawa nama harum Indonesia pada ajang Piala Sudirman 1989 dan Piala Uber tahun 1994 dan 1996.

  1. Liliyana Natsir

Selain Susi Susanti, bulu tangkis Indonesia juga melahirkan sosok Liliyana Natsir. Liliyana Natsir yang turun pada ganda campuran ini pernah merebut gelar juara dunia pada tahun 2013 dan 2017 bersama Tantowi Ahmad. Sosoknya pula menjadi Idola bagi remaja perempuan saat ini.

  1. Yayuk Basuki

Yayuk Basuki, petenis terhebat Indonesia ini pernah menduduki peringkat 19 dunia. Ia juga memenangkan 6 turnamen WTA, 5  turnamen WTF, serta meraih medali emas Asian Games sebanyak 4 kali. Tentu hal ini dapat menginspirasi atlet lainnya, khususnya petenis untuk lebih bekerja keras.

  1. Dedeh Erawati

Sosok perempuan bernama Dedeh Erawati merupakan atlet perempuan andalan Indonesi pada cabang olahraga atletik nomor lari 100 meter gawang. Sepanjang karirnya Dedeh pernah meraih 2 medali emas pada SEA Games 2007 dan 2009, medali perunggu Kejuaraan Atletik Asia 2009, dan menjadi satu-satunya atlet Indonesia dalam Kejuaraan Atletik Grand Prix Asia dari 2006 hingga 2011.

  1. Lisa Rumbewas

Indonesia pernah mempunyai atlet angkat besi yang berprestasi yaitu, Lisa Rumbewas. Lisa Rumbewas berhasil menyabet medali pada ajang olimpiade tiga kali beruntung. Masing-masing diantaranya, medali perak pada Olimpiade 2000 di Sydney dan Olimpiade Athena 2004, serta medali perunggu di Olimpiade Beijing 2008.

  1. Lindswell Kwok

Dari cabang olahraga wushu, Indonesia memiliki Lindswell Kwok yang melejit pada Asian Games 2018. Lindswell sendiri berhasil meraih medali emas pada ajang tersebut. Selain itu, Lindswell juga berhasil meraih 5 medali emas Kejuaraan Dunia dan 5 medali emas SEA Games bagi Indonesia sepanjang karirnya.

  1. Aries Susanti Rahayu

Nama Aries Susanti Rahayu sempat melejit di masyarakat Indonesia dan dunia. Atlet panjat tebing Indonesia ini tampil memukau pada pada Kejuaraan Dunia IFSC Climbing World Cup dengan memecahkan rekor Speed World Record dengan catatan waktu 6, 995 detik. Atlet yang dijuluki Spider woman Indonesia ini berhasil meraih medali emas pada ajang tersebut.

  1. Maria Natalia Londa

Pada cabang olahraga lompat jauh, Indonesia memiliki Maria Natalia Londa. Sepanjang karirnya, Maria berhasil meraih 4 medali emas pada ajang SEA Games dan satu medali emas Asian Games Incheon 2014.

  1. Irene Kharisma Sukandar

Irene Kharisma Sukandar yang sempat ramai dibincangkan masyarakat Indonesia karena duelnya dengan Dewa Kipas. Namun, sosok perempuan ini sesungguhnya sudah terlebih dahulu mengharumkan nama Indonesia pada cabang olahraga catur. Irene menjadi orang pertama di Indonesia yang mendapatkan gelar Women Grandmaster (WGM) sejak 2008 dan mendapatkan gelar International Master dari FIDE pada tahun 2014.

Comments